Pacuan Kuda, Olahraga Paling Inklusif untuk Perempuan?

Penulis: Maya Handayani
Senin, 14 September 2026 | 17:06:00 WIB

Pacuan kuda sering dianggap sebagai olahraga yang hanya milik segelintir orang, didominasi laki-laki, dan jauh dari kata inklusif. Namun, siapa sangka, di balik citra tersebut, pacuan kuda justru menyimpan potensi besar untuk mendorong kesetaraan gender. Hal inilah yang coba diangkat oleh SARGA.co, promotor pacuan kuda profesional pertama di Indonesia.

Baru-baru ini, SARGA.co (PT Kuda Pacu Indonesia) menerima penghargaan The Sraya Recognition dalam kategori Social Impact pada ajang Apresiasi Perempuan Berpengaruh (APB) 2026. Penghargaan ini diberikan atas upaya mereka memperkenalkan pacuan kuda ke publik sekaligus membangun ekosistem yang lebih terbuka bagi perempuan.

Mengubah Wajah Pacuan Kuda

Head of Corporate Communication SARGA.co, Esther D Ginting, menjelaskan bahwa pihaknya tidak sekadar menggelar event balap kuda. Mereka ingin memodernisasi olahraga ini agar lebih mudah diakses dan dinikmati masyarakat luas.

"Selama ini pacuan kuda terkesan tertutup, tidak banyak yang tahu bahwa Indonesia punya industri pacuan kuda. Kami hadir sebagai promotor untuk membuka akses itu," ujar Esther.

Melalui pendekatan yang lebih modern, SARGA.co berharap pacuan kuda bisa menjadi tontonan yang menarik bagi berbagai kalangan, bukan hanya penggemar berat.

Perempuan dan Pacuan Kuda: Kesetaraan di Lintasan

Yang menarik, pacuan kuda ternyata memiliki karakter unik dalam hal inklusivitas. Berbeda dengan banyak cabang olahraga yang memisahkan kompetisi berdasarkan gender, di pacuan kuda, joki perempuan dan laki-laki bertanding di lintasan yang sama. Kuda betina dan kuda jantan juga tidak dipisahkan ke dalam kelas pertandingan khusus.

"Ini mungkin satu-satunya olahraga di mana inklusivitas perempuan sangat tinggi. Joki perempuan bisa bersaing side by side dengan joki laki-laki," jelas Esther.

Sayangnya, masih banyak yang menganggap pacuan kuda sebagai dunia laki-laki. Padahal, kesempatan bagi perempuan untuk berkontribusi sangatlah luas.

Peran Perempuan di Ekosistem Pacuan Kuda

Keterlibatan perempuan di pacuan kuda tidak hanya sebatas menjadi joki. Ada banyak peran lain yang bisa digeluti, mulai dari stable owner, pelatih, dokter hewan, pemilik kuda, hingga posisi di manajemen event.

"Kami berharap semakin banyak perempuan yang melihat pacuan kuda sebagai ruang untuk membangun karier. Baik sebagai atlet, pelatih, dokter kuda, pemilik kuda, atau bahkan bekerja di industri event dan promosi," tambah Esther.

Dengan semakin terbukanya ekosistem ini, perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan mengambil peran strategis.

Masa Depan yang Lebih Inklusif

Penghargaan The Sraya Recognition menjadi momentum bagi SARGA.co untuk terus memperluas dampak positif. Mereka tidak hanya ingin membuat pacuan kuda lebih dikenal, tetapi juga memastikan bahwa olahraga ini menjadi ruang yang inklusif bagi semua pihak.

Ketika semakin banyak perempuan hadir, berkompetisi, dan bekerja di dalamnya, pacuan kuda berpotensi tumbuh menjadi olahraga yang setara dan modern. Bagi para perempuan yang mencari tantangan baru, mungkin sudah saatnya melirik lintasan pacu sebagai panggung karier berikutnya.

Reporter: Maya Handayani